dalam setiap keberangkalian
yang memungkinkan untung nasib
kita menjadi pelaku-pelaku
di pentas bersimpang siur
tanpa kekadang bersedia
menjadi watak-watak berbeda
dengan sekelip mata
suasana dari dalam
tentunya memerangkap minda
melihat dinding dan tembok
mengutip kekuatan diri
dari persoalan yang bertambah
dalam melerai kekalutan
dari rekahan peristiwa
kita masih saja berjalan
biar dalam langkah berbeda
untuk menganjak takdir
kembali kepada permulaan
dan terpaksa bertarung
dengan ganas jerung
yang tidak kenal mangsa!
Fudzail
No comments:
Post a Comment